KITA
Universitas Gunadarma
Ahmad Nasher
Kembali aku mengenang kembali masa-masa bahagia kita yang dulu meskipun hanya via social messenger. Kita yang tak mengenal waktu hingga tengah malam hanya untuk chat yang sebenernya gak ada arahnya, tapi tetap berasa asik. Kita yang saling main skor-skoran misal ada tebak -tebakkan. Kita yang pada akhirnya mengungkapkan perasaan kita masing masing. Dan kita sama-sama tahu bahwa kita saling mencintai. Hanya saja pemisahnya adalah aku sendiri, aku tidak bisa pacaran karna tidak mendapatkan izin oleh orang tuaku untuk berpacaran. Aku tidak bisa membantahnya karna orang tua adalah segalanya untukku dan akan terus begitu untuk selamanya.
Sampai akhirnya aku tahu bahwa kamu sudah memiliki pacar yang dia adalah teman aku sendiri. Ya, aku merasa senang itu tandanya kamu bisa berpikir untuk maju kedepan bukan hanya stay dalam keadaan ini. Aku pun tau temenku ini dalam soal agama lebih baik dari aku, dia hampir selalu ikut acara seperti nurmus, salat yang lebih rajin, dan jago ngaji (kayaknya). Aku harap dia bisa menjadikan mu yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Maafkan aku yang dulu tidak bersikap dewasa, dan terkesan mengabaikanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar