Electricity Lightning April 05, 2016

Jumat, 21 Juni 2019

Softskill Kewirausahaan


                                        TUGAS KEWIRAUSAHAAN  
                              BUSINESS PLAN SKINCARE PRODUCT
                                                                 Hasil gambar untuk logo gunadarma
                                                       Disusun Oleh:
                                                        Andre Prima
                                                           30415717
                                                              4ID09
Latar Belakang
Dalam perkembangan fashion dunia sekarang ini trend yang berkembang sangatlah beragam mulai dari busana, gaya rambut hingga perawatan kulit. Berfokus pada perawatan kulit trend yang berkembang ini menggiring penikmat fashion berlomba-lomba untk mendapatkan kulit yang sehat cerah dan mulus. Terlihat dari banyaknya klinik kecantikan yang bermunculan baik di pusat perbelanjaan maupun di pinggir jalan, namun seperti kita ketahui perawatan di klinik membutuhkan biaya yang tidak murah karena kita memakai jasa mereka. Melihat situasi tersebut banyak produsen perawatan kulit yang menjanjikan produk mereka memiliki kualitas yang bagus sehingga tidak perlu perwatan di klinik kecantikan akan tetapi mendapatkan hasil yang serupa. Meski demikian masih banyak yang ragu apakah ketika sudah membeli akan cocok dengan kulit mereka maka disinilah peluang saya muncul yakni memberikan produk kecantikan dari produsen tersebut namun dengan ukuran lebih kecil sehingga konsumen lebih tertarik karena berpikir tidak mengeluarkan uang terlalu banyak dengan membeli ukuran full size  produk tersebut namun dikemudian hari nyatanya tdak cocok yang sisa produknya nanti malah tidak terpakai. Ukuran yang lebih kecil ini dapat juga memudahkan pengguna utuk dibawa berpergian.

Bentuk Usaha
Usaha yang bernama Care of You ini berupa kegiatan rumahan menjual produk original dari produsen perawatan kulit yang kemudian di tempatkan di botol atau pot ukuran lebih kecil.
Visi Usaha :
Menjual produk original dengan harga terjangkau
Misi Usaha :
Dapat menjadikan usaha ini terpercaya di masyarakat dan memuaskan pelanggan.

Produk
Produk yang di jual ialah sebagian besar produk  dari Korea Selatan mengingat korea menjadi trend center kecantikan dunia sekarang ini diantranya seperti Laneige, Nature Republic, dan Innisfree. Produk-produk ini yang misal ukuran 50 ml akan di resize ke ukuran 10 ml, atau 20 ml.

Target Pasar
            Produk ini ditargetkan pada para pengguna perawatan kulit yang baru ingin mencoba produk tersebut namun dengan harga terjangkau dan pengguna lama produk tersebut namub menginginkan produk tersebut dalam ukuran lebih kecil untuk mudah dibawa-bawa.

Pemasaran
            Produk ini dipasarkan secara online melalui e-commerce seperti shopee, lazada, tokopedia. Sehingga memudahkan pelanggan untuk mendapatkannya.

Managemen Usaha
            Usaha ini dikelola oleh saya sendiri, mulai dari kegiatan pembelian produk dan botol atau jar, serta proses pengiriman ke retail logistik (JNE,TIKI).

Biaya
            Contoh dalam pembelian produk “Nature Republic Aloe Vera Gel 98% “ ukuran 300ml seharga Rp 98.000 (harga retail toko resmi) akan di tempatkan pada ukuran 50 ml yang artinya dapat menjadi 6 produk Nature Republic Aloe Vera Gel 98% ukuran 50 ml. Dengan harga botol 50ml tersebut dibeli seharga Rp 5.000.
Nature Republic Aloe Vera Gel 98% ukuran 50 ml ini nantinya akan dijual seharga Rp 30.000. Dengan asumsi dalam 1 bulan dapat terjual 102 botol maka yang didapat adalah
Rp 30.000 x 100 = Rp 3.060.000
Hasil penjualan Rp 3.060.000 ini akan dipotong dengan harga botol Rp 5.000 x 100 = Rp 500.000 didapat sisa Rp 2.560.000.
Untuk menghasilkan 102 botol tersebut membutuhkan 17 jar Nature Republic Aloe Vera Gel 98% ukuran 300 ml dengan total harga Rp 1.666.000.
Maka Rp 2.560.000 - Rp 1.666.000 = Rp 894.000 (hasil bersih keuntungan yang didapat).

Penutup dan kontak
Sekian penggambaran usaha saya, jika berminat untuk menjadi reseller dapat menghubungi email di careofyou@gmail.com dan untuk melihat detail produk dan ketersedian produk dapat mengunjungi Shopee, Lazada, Tokopedia dengan nama toko Care of You.




Senin, 09 Juli 2018

Masalah Pencemaran Lingkungan di sekitar Rumah


Masalah pencemaran lingkungan pada pemukiman masyarakat merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pencamaran lingkungan yang terdapat pada pemukiman masyarakat dapat menyebabkan berbagai penyakit. Penanganan terhadap pencemaran lingkungan harus dilakukan secara tepat guna mendukung lingkungan yang sehat. Pencemaran lingkungan sendiri ialah perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem yang memiliki dampak buruk.
Kita ambil contoh pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar rumah saya. Pencemaran yang ada didaerah ini diantaranya ialah polusi udara. Polusi udara ini disebabkan karena sampah yang dibakar. Sampah dari tiap rumah yang telah diangkut oleh petugas kebersihan akan dikumpulkan di sebuah tanah lapang yang kemudian dibakar setiap dua kali seminggu. Asap hasil pembakaran yang saya rasakan memang sedikit mengganggu. Mengapa saya bilang sedikit? Karena asap hasil pembakaran ini hanya saya rasakan ketika angin sedang berhembus ke arah rumah dan asapnya tidak terlalu tebal ketika dirumah saya, akan tetapi udara di lantai 2 terutama balkon menjadi tidak enak. Jika ini terjadi berkepanjangan tidak menutup kemungkinan akan berdampak buruk pada sistem pernapasan yang dihasilkan dari debu asap tersebut. Penanganan yang terpikirkan oleh saya ialah membawa semua sampah dari tiap rumah yang telah dikumpulkan ke tempat pembuangan akhir.
Masalah lingkungan kedua ialah sampah yang berada diselokan. Sampah ini didominasi oleh bungkus jajanan-jajanan yang ada di warung seperti, ciki, bungkus dan stik es krim, makanan sisa dan plastik es beserta sedotannya. Kemungkinan yang dapat menyebabkan terjadi pencemaran ini ialah kurangnya tempat sampah di luar rumah sehingga orang-orang yang membeli jajanan diwarung dan mengobrol sesaat atau orang yang lewat sambil membawa makanannya yang telah habis langsung membuangnya diselokan. Dampak yang dapat terjadi pada masalah lingkungan seperti ini ialah munculnya bau tidak sedap di  pemukiman. Ini terjadi karena selokan yang kotor dengan makanan dan sampah lainnya terkontaminasi dengan bakteri hingga terjadi pembusukan. Dampak lainnya ialah terjadinya genangan air karena tersumbat oleh sampah. Genangan air ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jentik-jentik nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit seperti malaria dan lainnya. Penanganan yang dapat dilakukan ialah seperti menempatkan tempat sampah umum di sekitar pemukiman.

Selasa, 29 Mei 2018

Masalah Lingkungan

Faktor kunci perkembangan teknologi telah menimbulkan berbagai masalah global, antara lain pemanasan bumi karena dampak rumah kaca yang timbul dari peningkatan gas di atmosfer, terutama CO2, NOX dan SO2 dari perpacuan penggunaan energi fosil. Berbagai gas di atmosfer ini berpotensi menimbulkan hujan asam yang menurunkan pH air hujan dari rata-rata 5,6 (O3) karena penggunaan chlorofluorocarbon (CFC) yang menipiskan lapisan ozon karena reaksi Cl dengan O3 menjadi ClO dan 02, sehingga lapisan ozon tidak mungkin mengurangi tembusnya sinar ultraviolet B yang merupakan masalah kehidupan di Bumi, termasuk kesehatan manusia.
Di permukaan Bumi juga terjadi pencemaran oleh limbah bahan beracun dan berbahaya. Berbagai kasus menurunnya kualitas lingkungan ini antara lain mengakibatkan mutasi gen manusia yang terselubung. Secara global keprihatinan dan masalah lingkungan sebenarnya sudah timbul mulai pada permulaan revolusi industri pertengahan abab 18 di Inggris yang menggantikan sebagian dari tenaga manusia dengan tenaga mesin disekitar tahun 1750. Hal ini dimulai pula di Amerika pada tahun 1800. Penggantian tenaga dan kemampuan lain dari manusia ini ditandai dengan revolusi cybernetic, di mana dalam berbagai tindakan lebih diutamakan penggunaan mesin. Proses ini dilanjutkan dengan penggunaan berbagai bahan kimia, tenaga radioaktif, mesin tulis, mesin hitung, komputer dan sebagainya.
Pada tahun 1950 timbul penyakit itai-itai ( aduh-aduh) di Teluk Minamata, Jepang karena keracunan limbah Cd dan Hg. Tahun 1962 terbit buku The Silent Spring dari Rachel Carson yang mengeluhkan sepinya musim semi dari kicauan burung-burung, karena penggunaan pestisida yang berlebihan telah menyebabkan pecahnya kulit telur yang mengancam kelangsungan hidup burung. 51 Pada tanggal 5 - 12 Juni 1972 atas usul Pemerintah Swedia diselenggarakan UN Conference on the Human Environment (Konferensi Stockholm) dengan harapan untuk melindungi serta mengembangkan kepentirgan dan aspirasi negara berkembang. Tahun 1987 terbit laporan dari The World Commission on Environment and Development berjudul "Our Common Future" yang mengetengahkan perlunya pembangunan dilaksanakan dengan wawasan lingkungan yang disebut sebagai sustainable development. Komisi ini dikenal sebagai Komisi Brundtland. Pada tahun 1992 di Rio de Jancrio, Brazil diselenggarakan pertemuan puncak UN Conference on Environment and Development (UNCED) yang menghasilkan Deklarasi Rio, dan Agenda-21 yang merupakan "action plan" guna mengarahkan strategi dan integrasi program pcmbangunan dengan penyelamatan kualitas lingkungan. Kanferensi Rio juga menghasilkan Konvensi tentang Perubahan Iklim, Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Pernyataan tentang Prinsip Kehutanan.
Prinsip Kehutanan ini berupa pedoman pengelolaan hutan oleh negara, berupa perlindungan serta pemeliharaan semua tipe hutan yang bermakna ekonomi bagi keselamatan berbagai jenis biota di dalamnya. Pada tahun 1997 Dewan Bumi (The Earth Council) yang dibentuk sebagai kelanjutan dari Konferensi Rio telah merumuskan Piagam Bumi (the Earth Charter) yang disebarluaskan pada tahun 2000. Piagam Bumi ini merupakan himbauan untuk menciptakan Bumi masa depan yang berlandaskan tanggung jawab universal untuk peduli pada kualitas hidup melalui integritas ekologi, keadilan sosial dan ekonomi, dan terciptanya demokrasi, kerukunan dan perdamaian di Bumi. Tahun 2002 dari tanggal 2 sampai 5 September telah dilaksanakan World Summit on Sustainable Development di Johannesburg, Afrika Selatan yang dihadiri delegasi Indonesia. Presiden RI menyampaikan pidato di sidang pleno dengan mengajukan himbauan agar kita bertindak bersama melaksanakan kesepakatan untuk memerangi kemiskinan dan keterbelakangan, serta upaya bersama untuk menghentikan perusakan sumber daya alam disertai urgensi dalam upaya untuk penyelamatannya. Program ini diharapkan dapat terlaksana antara lain melalui pengekangan pola produksi dan konsumsi sumber daya alam. Salah satu hasil lain dari Konferensi Puncak ini adalah 52 rencana untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan untuk perempuan dan anak-anak.

Sumber :
Utina, Ramli dkk. 2009. Ekologi Dan Lingkungan Hidup. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.
http://repository.ung.ac.id/karyailmiah/show/321/ekologi-dan-lingkungan-hidup.html

Konsep Ekologi Dalam Pengetahuan Lingkungan



Ekologi telah berkembang maju selama sejarah perkembangan manusia. Berbagai tulisan ilmuan sejak Hipocrates, Aristoteles, hingga filosof lainnya merupakan naskahnaskah kuno yang berisi rujukan tentang masalah-masalah ekologi, walaupun pada waktu itu belum diberikan nama ekologi. Kata ”ekologi” mula-mula diusulkan oleh biologiwan bangsa Jerman, Ernest Haeckel dalam tahun 1869. Sebelumnya banyak biologiwan terkenal di abad ke-18 dan ke-19 telah memberikan sumbangan pikiran dalam bidang ini, sekalipun belum menggunakan kata ”ekologi”.
Antony van Leeuwenhoek lebih dikenal sebagai pelopor ahli mikroskop pada tahun 1700-an, memelopori pula pengkajian rantai makanan dan pengaturan populasi (Egerton, 1968). Tulisan botaniwan bangsa Inggris Richard Bradley menyatakan bahwa ia memahami betul hal produktivitas biologis (Egerton, 1969). Ketiga bidang tersebut penting dalam ekologi mutakhir. Ekologi mulai berkembang pesat sekitar tahun 1900 dan berkembang terus dengan cepat sampai saat ini, apalagi disaat dunia sangat peka dengan masalah lingkungan. Ekologi merupakan cabang ilmu yang mendasar dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Pada awalnya, ekologi dibedakan dengan jelas ke dalam ekologi tumbuhan dan ekologi hewan. Namun dengan adanya faham komunitas biotik yang dikemukakan oleh F.E Clements dan V.E.Shelford, faham rantai makanan dan siklus materi oleh Raymond Lindeman dan G.E. Hutchinson serta pengkajian sistem danau secara keseluruhan oleh E.A. Birge dan Chauncy Juday, maka semua konsep tersebut telah meletakkan dasar-dasar teori untuk perkembangan ekologi secara umum. Saat ini tampaknya semua orang wajib mengetahui ekologi, sehingga ilmu ini menjadi bintang diantara cabang ilmu, dimana selama ini hanya menjadi penunjang. Prinsip- 11 prinsip dalam ekologi dapat menerangkan dan memberikan pemahaman dalam mencari jalan untuk mencapai kehidupan yang lebih layak.
Timbulnya gerakan kesadaran lingkungan terutama pada tahun 1968 dan 1970, semua orang ikut memikirkan masalah polusi, pelestarian alam, kependudukan dan konsumsi pangan dan energi. Peningkatan perhatian masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup memberi pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekologi dan ilmu pengetahuan. Sebelum tahun 1970-an, ekologi dipandang sebagai bagian dari biologi. Ekologi telah berkembang menjadi bagian biologi yang sangat penting dan merupakan disiplin ilmu baru yang mempertanyakan proses-proses fisis dan biologis dan menjembatani ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial (Odum 1971).
Sementara ruang lingkup ekologi semakin luas, pengkajian tentang bagaimana individu dan spesies berinteraksi serta menggunakan sumberdaya alam semakin diintensifkan. Ekologi mempelajari rumah tangga mahluk hidup (oikos), istilah yang digunakan oleh Ernst Haeckel sejak tahun 1869 (Odum 1983:2). Dalam ekologi, dikenal istilah sinekologi yaitu ekologi yang ditujukan pada lebih dari satu jenis organisme hidup, misalnya ekologi hutan dimana terdapat berbagai jenis tumbuhan dan hewan, dan autekologi yaitu ekologi tentang satu jenis mahluk hidup misalnya ekologi Anoa, ekologi burung Maleo, hingga ekologi manusia. Ekologi merupakan studi keterkaitan antara organisme dengan lingkungannya, baik lingkungan abiotik maupun biotik.
Lingkungan abiotik tediri dari atmosfer, cahaya, air, tanah dan unsur mineral. Tetapi perlu diketahui apa yang dimaksud dengan organisme. Ini penting karena pada hakikatnya organisme dibangun dari sistem-sistem biologik yang berjenjang sejak dari molekul-molekul biologi yang paling rendah meningkat ke organel-organel subseluler, sel-sel, jaringan-jaringan, organ-organ, sistem-sistem organ, organismeorganisme, populasi, komunitas, dan ekosistem. Interaksi yang terjadi pada setiap jenjang sistem biologik dengan lingkungannya tidak boleh diabaikan, karena hasil interaksi jenjang biologik sebelumnya akan mempengaruhi proses interaksi jenjang selanjutnya.
Berikut ini disajikan Spektrum Biologi yang menggambarkan model komponen biotik dan abiotik yang membentuk biosistem. Berbagai kajian tentang interaksi telah berkembang pesat dan menghasilkan spesialisasi cabang-cabang ilmu, seperti interaksi organel-organel sel dan sel-sel dipelajari dalam Biologi Sel; interaksi jaringan-jaringan dipelajari dalam Histologi; interaksi organorgan, sistem organ dan organisme dipelajari dalam Anatomi dan Fisiologi; interaksi populasi-populasi, komunitas dan ekosistem dipelajari dalam Ekologi. Mengkaji ekologi tidak dapat dipisahkan dengan pembahasan tentang energi dalam ekosistem.
Gambar 1 Hirarki Organisasi Kehidupan Dalam Lingkup Biologi
Pengertian tentang lingkungan hidup manusia atau sering disebut lingkungan hidup, sebenarnya berakar dari penerapan ekologi. Lingkungan merupakan penelaahan terhadap sikap dan perilaku manusia dengan tanggungjawab dan kewajibannya dalam mengelola lingkungan hidup. Sikap dan perilaku ini sangat diperlukan sehingga memungkinkan kelangsungan peri kehidupan secara keseluruhan serta kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya. Pengertian lingkungan hidup menurut UU Nomor 23 Tahun 1997, adalah sistem kehidupan yang merupakan kesatuan ruang dengan segenap benda, keadaan, daya dan mahluk hidup termasuk manusia dengan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.
Paradigma ilmu lingkungan (environmental science) adalah metode ilmiah guna menghadapi kehidupan manusia yang kompleks di bawah tatanan alam semesta, sehingga merupakan kombinasi hukum manusia dan hukum alam berdasarkan teori, perangkat dan aplikasinya mengacu pada komponen nilai kemanusiaan melalui keterampilan profesional dan sistematika ilmiah (Armour dan Lang 1975; Soerjani:1997). Atas dasar pengertian ini, ilmu lingkungan merupakan ilmu pengetahuan murni yang monolitik. Selanjutnya dalam penerapannya ilmu lingkungan yang mengatur sikap atau perilaku manusia dapat bersifat lintas disiplin menurut persoalan lingkungan yang dihadapi. Ilmu lingkungan dapat berorientasi lintas disiplin dengan ekonomi, sosiologi, kesehatan, psikologi, geografi, geologi dan sebagainya. Botani atau ilmu tumbuhan adalah contoh kemurnian ilmu pengetahuan yang dalam aplikasinya dapat merupakan ilmu kehutanan, ilmu pertanian dan ilmu perkebunan yang bersifat metadisiplin serta disiplin.
Ilmu lingkungan, sebagaimana umumnya ilmu pengetahuan yang lahir dari pemikiran para ilmuwan, pemerhati masalah lingkungan berlangsung sesuai dengan dinamikanya ilmu pengetahuan. Sumbangan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan berupa karya akademik (tertulis, terucapkan maupun tertayangkan) sebagai hasil studi/penelitian mendalam. Ilmu lingkungan terkait erat dengan pengelolaan sumberdaya termasuk materi, manusia dan kompetensinya akan teknologi, seni dan budaya. Karena itu penelitian ilmu lingkungan mencakup metodologi baik kuantitatif maupun kualitatif. Metodologi kuantitatif berlandaskan pemikiran positivisme, terhadap fakta kehidupan dengan realitas objektif, disamping asumsi teoritik lainnya. Sedangkan metodologi kualitatif berdasarkan paradigma fenomenologi dengan objektivitas situasi atau keadaan tertentu yang dialami dalam kehifupan. Karena itu penelitian ilmu lingkungan menggunakan kedua metodologi baik kuantitatif maupun kualitatif secara berimbang. Pada umumnya kesimpulan penelitiannya lebih diarahkan pada perumusan kualitatif yang operasional atas dasar perumusan kuantitatif (Moleong 2004).
Ilmu lingkungan mengajarkan pada manusia sebagai pengelola lingkungan hidup dengan sebaik dan searif mungkin agar mendasarkannya pada berbagai ciri pokok ilmu lingkungan yang perlu mendasari penelitian guna mengungkapkan penelusuran yang linear (garis lurus) dari masalah yang dihadapi sampai kebijakan yang perlu dirumuskan dan dipatuhi.
§ Masalah lingkungan harus dirumuskan secara jelas apa yang dipersoalkan (what), mengapa sesuatu yang dipersoalkan terjadi (why) dan bagaimana mengatasinya (how).
§ Dalam mengatasi suatu masalah lingkungan perlu dicermati sebab takibatnya, sehingga pengelolaan lingkungan perlu didasarkan dengan tindakan preventif sebelum menggapai tindakan represif atau kuratif, walaupun kegagalan tindakan preventif akhirnya memerlukan tindakan kuratif. Makna hidup adalah kesehatan, jadi mengupayakan kesehatan adalah tindakan preventif, kalau terpaksa tidak sehat perlu diatasi secara represif atau kuratif (pengobatan).
§ Pengelolaan lingkungan ditujukan kepada prilaku dan pembuatan yang ramah lingkungan dalam semua sektor tindakan; jadi istilah lingkungan tidak boleh diobral sehingga maknanya menjadi kabur atau bahkan hilang artinya. Teknologi harus ramah lingkungan jadi tidak perlu ada teknologi lingkungan atau teknik lingkunga, karena teknologi atau teknik itu sudah harus ramah lingkungan, jadi tidak ada teknologi tidak lingkungan. Demikian pula dengan kesehatan lingkungan, cukup kesehtan saja tanpa tambahan lingkungan. Perilaku ekonomi itu juga ramah lingkungan, artinya hemat sumberdaya (tenaga, pikiran, materi dan waktu dengan makna atau hasil kegitan yang optimal) jadi sebenarnya tidak perlu menggunakan istilah ekonomi lingkungan karena ekonomi sendiri sudah harus ramah lingkungan. Ekonomi juga berarti hemat harus menyimpan atau menabung dan berbagi adil bagi siapapun yang juga memerlukannya.
§ Lingkungan di mana manusia melangsungkan kehidupan itu sudah diciptakan sangat baik, indah dan bermakna, jadi yang perlu diatur adalah paham, sikap dan perilaku hidup kita sesuai dengan Amanat Tuhan yang menciptakan semuanya di Alam Semesta ini. Akhirnya dipertegas perlunya ketegaran dalam menggunakan istilah lingkungan hidup dan ilmu lingkungan agar dijaga untuk tidak rancu dengan pengertian tentang ekologi atau ekologi manusia agar pengertian masing-masing tidak menjadi kabur karena oversold (Soerianegara 1979).
Sumber :
Utina, Ramli dkk. 2009. Ekologi Dan Lingkungan Hidup. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.
http://repository.ung.ac.id/karyailmiah/show/321/ekologi-dan-lingkungan-hidup.html

Minggu, 08 April 2018

Pentingnya Melestarikan Daya Dukung Lingkungan Dan Keterbatasan Sumber Daya Alam Dalam Pembangunan Serta Kaitannya Dengan Peran Teknologi Dalam Pembangunan Dan Pengelolaan Lingkungan


Andre Prima 
30415717
3ID09

Daya dukung lingkungan hidup merupakan kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lain. Penentuan daya lingkungan hidup dilakukan dengan  cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk mendukung kegiatan manusia / penduduk  yang menggunakan ruang bagi kelangsungan hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan pemanfaatan ruang yang sesuai.

Daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity). Dalam pedoman ini, telaahan daya dukung lingkungan hidup terbatas pada kapasitas penyediaan sumber daya alam, terutama berkaitan dengan kemampuan lahan serta ketersediaan dan kebutuhan akan lahan dan air dalam suatu ruang / wilayah. Oleh karena kapasitas sumber daya alam tergantung pada kemampuan, ketersediaan, dan kebutuhan akan lahan dan air, penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam pedoman ini dilakukan berdasarkan 3 (tiga) pendekatan, yaitu:

a) Kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan ruang.

b) Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan.

c) Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.

Pembangunan  yang berhasil akan berarti meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melindungi lingkungannya. Telah diketahui bahwa kelompok miskin adalah kelompok yang sering menderita sebagai akibat kerusakan lingkungan; sebab masyarakat yang miskin tidak mampu mengeluarkan dana yang besar untuk investasi dalam penanggulangan pencemaran baik untuk udara, air, maupun tanah, karena mereka tidak mampu menyisihkan sebagian dari penghasilannya sebagai tabungan yang kemudian diinvestasikan dalam bentuk pengendalian pencemaran. Sebagian besar kelompok miskin bekerja pada kegiatan yang tinggi kadar pencemarannya. Bukti-bukti yang ada di dunia ini menunjukkan bahwa negara maju pada umumnya memiliki kondisi lingkungan yang lebih nyaman dan baik dibanding negara-negara sedang berkembang. Oleh karena itu, tidak salah apabila penghapusan kemiskinan yang merupakan tujuan pembangunan harus segera direalisasikan karena sebenarnya bersama dengan itu akan tersisih dana dan ada peningkatan kesadaran untuk memelihara lingkungan agar menjadi lebih baik.

Di samping itu memang banyak kebijakan pembangunan yang ditujukan untuk memperbaiki lingkungan, tetapi pada umumnya masih banyak kebijakan-kebijakan baik itu kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter yang hanya dilihat dampaknya terbatas pada aspek produksi dan pendapatan tanpa melihat lebih jauh mengenai dampaknya terhadap lingkungan. Sebagai misal dari studi di Uruguay ditemukan bahwa perubahan sistem subsidi dan perpajakan ke sistem mekanisme pasar telah mengurangi kehilangan tanah karena erosi setinggi 13% per tahun 7). Kondisi lingkungan yang rusak sebenarnya juga merupakan beban yang tidak ringan bagi pembangunan. Perbaikan lingkungan yang rusak akan merupakan beban yang berat dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit yang harus dipikul oleh negara yang bersangkutan8). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa dengan memelihara lingkungan yang baik, mau tidak mau biaya pembangunan akan menjadi lebih ringan dan dengan sendirinya dana yang telah dipupuk akan dapat diinvestasikan lebih jauh lagi. Hal ini jelas membutuhkan kebijakan pemerintah yang tepat.

             Teknologi pengelolaan lingkungan dalam berbagai kegiatan sangat penting artinya dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan. Upaya pendekatan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan harus secara maksimal diupayakan. Pencegahan pencemaran melalui proses dan produk dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang tidak menghasilkan atau seminimal mungkin menghasilkan limbah. Oleh karena itu pengembangan teknologi pengelolaan lingkungan dilakukan secara terus menerus.


            Transfer teknologi merupakan masalah penting terutama bagi negara berkembang. Pada kenyataanya banyak teknologi yang dijual di negara berkembang merupakan teknologi bekas yamg sudah tidak digunakan lagi karena sudah tidak memenuhi standar yang baru ataupun peraturan yang berlaku. Menghadapi masalah globalisasi di bidang lingkungan dan pembangunan, transfer teknologi akrab lingkungan menjadi masalah penting tidak hanya dalam lingkup nasional, maupun juga dalam lingkup internasional.Permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan teknologi lingkungan adalah sebagai berikut:

1. Teknologi lingkungan masih dianggap sebagai parameter yang memperbesar biaya
produksi.

2. Tidak semua teknologi lingkungan yang diimpor sesuai dan dapat memberikan
effektifitas yang sama apabila di pasang di negara pengguna.

3. Teknologi lingkungan yang ada saat ini, kebanyakan diperuntukan untuk industri
besar sehingga tidak ekonomis untuk diperuntukan pada IKM/UKM.

4. Terbatasnya jenis lingkungan tepat guna dan ramah lingkungan.

5. Belum adanya mekanisme verifikasi serta menginformasikan setiap teknologi
lingkungan yang handal dan layak untuk dugunakan oleh masyarakat.

Beberapa isu pokok mengenai penggunaan sumber daya alam adalah sebagai berikut, isu pertama dikemukakan dengan pertanyaan mengenai “berapa lama dan dalam keadaan bagaimana kehidupan manusia dapat berlangsung terus di bumi ini dengan persediaan tertentu dan sumber daya yang melekat di suatu tempat (insitu resources), yang dapat diperbaharui tetapi dapat rusak, serta terbatasnya sistem lingkungan hidup”. Laporan kelompok Roma dalam “batas-batas pertumbuhan” menunjukkan kemungkinan dunia akan ambruk karena sumber daya yang penting (seperti bahan bakar minyak dan batubara) terbatas jumlahnya; sedangkan tingkat konsumsi dunia terus menerus meningkat.

Beberapa sumber daya alam yang dapat diperbaharui (seperti perikanan dan sumber daya air) sedang mengalami kerusakan dan pencemaran, demikian pula kapasitas lingkungan menjadi semakin terbatas. Sebagai gambaran, jika penggunaan sumber daya alam meningkat 5% per tahun, tingkat penggunaan itu meningkat menjadi dua kali lipat dalam waktu 14 tahun2). Jika sekarang ini persediaan diketahui 100 kali penggunaan saat ini pula, maka persediaan yang ada akan habis dalam waktu 36 tahun. Meskipun ada penemuan hebat dan membuat persediaan 200 kali penggunaan sekarang, persediaan itu akan habis dalam waktu 48 tahun.

Isu ke dua mengenai lokasi persediaan yang diketahui. Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus ditemukan, tetapi persediaan tadi semakin jauh dan para konsumen, terutama negara-negara Barat. Oleh karena itu, adanya tekanan politik dan kenaikan harga akan menyulitkan konsumen. Timbullah embargo minyak oleh OPEC pada tahun 1972. Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) ke sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (stock resources). Misalnya batu bara menjadi semakin penting setelah persediaan arang kayu semakin sedikit serta harganya naik. Sektor pertanian di Amerika mengganti tenaga ternak dengan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak. Barang-barang konsumsi pindah dari barang yang dapat dipakai lagi ke barang-barang yang sekali pakai. Apakah kita dapat kembali ke keadaan semula setelah barang-barang sumber daya alam semakin sedikit persediaannya.

Isu ke empat berhubungan dengan kebijaksanaan penggunaan sumber daya alam pada masa yang lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana, berpandangan dekat, eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumber daya alam. Isu ke lima apakah kita telah benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumber daya alam dan lingkungan sebagai faktor-faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa lampau. Analisis pertumbuhan sering dihubungkan dengan perubahan teknologi dan tenaga kerja (human capital), tetapi kurang sekali dihubungkan dengan sumber daya alam serta kesediaan lingkungan sebagai tempat membuang limbah hasil-hasil pembangunan. Padahal di kemudian hari mungkin hal lingkungan dan sumber daya alam itu sukar didapat. Isu ke enam ialah bahwa kita semakin tergantung pada sumber daya alam yang semakin rendah kualitasnya. Terlebih lagi untuk mengolah sumber daya alam ini dibutuhkan lebih banyak energi dan biaya. Isu ke tujuh ialah semakin memburuknya keadaan lingkungan. Isu ke delapan ialah tentang peranan yang diberikan kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumber daya alam itu dikelola sepanjang waktu.





Selasa, 06 Februari 2018

Story of Gue

Cerita ini Real + Fiktif ya.. kalau sama dengan kehidupan nyata kamu ya.... iya wkwkwk. Oh iya nama-nama pemeran disini bebas ya kalian yang menentukan real or fiktifnya.

Dibagian Part 1 ini belum ada cerita yang bikin cenat-cenut hati. Jadi kalau mau skip boleh tapi yakin mau skip :* wkwk ?         
 

          Kisah ini dimulai ketika gue mulai duduk dibangku 12 di salah satu SMK swasta di Jakarta Timur, FYI sekolah ini sangat populer dan rata-rata yang sekolah disini turun-temurun abangnya sekolah disini eh nanti adiknya juga dimasukin ke sini damn it's true wkwkwk. Bisa jadi karena sekolahan ini sudah terkenal reputasinya, bahkan sekolah ini suduh menyediakan tes ijon yakni tes seleksi kerja sebelum lulus sekolah. Jadi kalau diterima lu lulus langsung kerja dan partner perusahaan dengan sekolah ini PT yang bonafit semua. Mungkin ada yang bertanya-tanya "kok jelasin sekolahnya detail banget, promosi ? wkwkw jelas gak. Gue cuma mau kasih gambaran sapa tau bisa ada sangkut pautnya untuk cerita selanjutnya hahahaha.

              Di kelas 12 ini gue ya kayak bocah yang lainnya pusing dengan bayang-bayang bikin produk untuk ujian ketarampilan (namanya nak SMK jurusan teknik pula wkwk ) dan ujian sekolah,ujian negara sampe PR pun bikin pusing hahaha. Kata gue mah kalau kelas 12 gak usah ada PR biar bisa fokus ke ujian jadi PRnya diganti jam tambahan sesuai pelajaran ujian negara kan lumayan bisa kemungkinan lolos sbmptn pada setuju gak sama gue?. Seperti yang kalian ketahui anak SMK/STM punya pertemanan yang kuat banget dan itu gue rasain meskipun gue gak begitu sering ngumpul sama bocah-bocah tapi kalau udah ngobrol atau jam olahraga itu gue seneng banget banyakan sesi cerita sambil nunggu giliran masuk lapangan. and you know what lah obrolan bocah SMK ada yang topik tentang cewek bahkan yang makin greget tuh cerita ternyata cewek itu sekolah di SMK/SMEA yang masih 1 yayasan. Jadi sekolah SMK gue tuh SMK ada 2 STM dan SMEA.
          
          When we talking about her. Anggap 1 nama misal Indah yang merupakan cewek yang digadang gadang memiliki kedekatan dengan temen gue anggap aja namanya Sony dan ketika cerita ya taulah pasti ada anak yang bikin suasana obrolan makin menggelora anggap aja namanya Ahmad. Dia memasukan bumbu kayak Sony ke gep nganterin pulang Indah naik motor tapi gak diajak ngobrol diem aja kayak orang naik ojek hahahaha disitu bocah pada ketawa lepas wkwwk. Gue sih gak tau itu bener apa gak tapi sih intonasi bicaranya like a real but i dont care yang penting itu lucu.

Senin, 05 Februari 2018

Wanita disana

Pertama kali aku melihat mu, diriku merasakan sesuatu yang berbeda. Mata ini tak bosan memandangimu. Aku tidak ingin pergi menjauhimu karena aku tau ini adalah rasa cinta pada pandangan pertama. Berat rasanya memendam rasa ini padamu ya... meskipun aku belum tau kamu sudah ada yang punya atau belum. Lagi-lagi penyakit ini datang padaku, penyakit yang ku maksud adalah rasa takutku mengutarakan isi hati ini padamu..