ANDRE PRIMA
1ID10
30415717
Faktor Perubahan
Penduduk
1. Pendahuluan
Latar Belakang
Dinamika penduduk
adalah perubahan keadaan
penduduk. Dalam setiap
wilayah yang didiami
oleh penduduk, pasti
mengalami suatu perubahan
dikarenakan 3 faktor
yaitu faktor kelahiran,
kematian, dan migrasi.
Disini saya ingin
menuliskan tentang dinamika
penduduk di daerah
warung jengkol (Pulogadung).
2. Pembahasan
Isi
Warung jengkol
merupakan daerah yang
terletak di daerah
Pulogadung, Jakarta Timur.
Di Pulogadung terdapat
terminal, sarana pendidikan
dan kesehatan, pusat
perbelanjaan modern maupun
tradisional, dan sebuah
kawasan industri. Dari
tempat-tempat diatas merupakan
salah satu alasan
mengapa Pulogadung bisa
dikatakan sebagai tempat
strategis untuk didiami
atau ditinggali.
Jika dilihat
dari faktor kelahiran,
warung jengkol (Pulogadung)
memiliki tingkat kelahiran
yang bisa dikatakan
normal. Dikarenakan masih
terlihat beberapa anak-anak
yang bermain di
sekitaran tempat tinggal.
Dan beberapa ibu
rumah tangga yang
sedang mengandung.
Jika dilihat
dari faktor kematian,
bisa dikatakan rendah,
dan biasanya kematian
ini disebabkan oleh
usia yang telah
menua.
Jika dilihat
dari faktor migrasi,
warung jengkol (Pulogadung)
penduduknya ialah sebagian
penduduk asli (tetap)
dan sebagian lagi
adalah pendatang yang
hanya menetap sementara.
Pendatang tersebut biasanya
mereka yang bekerja
di “KAWASAN INDUSTRI PULOGADUNG” . Karena
lokasi tempat kerja
mereka dan warung
jengkol (pulogadung) itu tidak
terlalu jauh. Sehingga
mereka memilih daerah
ini sebagai tempat
tinggal sementara dengan
cara mengontrak rumah.
Dengan jarak yang
tidak terlalu jauh
itu akan memudahkan
dan mengoptimalkan waktu
berangkat atau pulang
dan biaya transportasi
untuk bekerja.
Ketika ditanya apa
alasan dia pindah dan
memilih warung jengkol (Pulogadung) sebagai
tempat tinggal. Dia
menjawab “ menurut
saya daerah ini
cukup dekat dengan
tempat kerja saya, sehingga dapat
meminimalisir keterlambatan waktu
bekerja. Selain itu suasana sekitar
tempat tinggal juga
dipertimbangkan, kan tidak
mungkin kita memilih
tempat tinggal yang
berisik atau gaduh.
Ketika pulang kerja,
ingin beristirahat malah
terganggu suara gaduh.”
(Bayu. 25 tahun. Warga pendatang)
Lalu alasan
warga asli (tetap)
tinggal disini “
sudah dari kecil
saya tinggal disini,
ini juga rumah
pemberian dari orang
tua saya. Tempat
kerja saya juga
gak jauh dari
sini, untuk pergi
jalan-jalan keluar dengan
angkutan umum juga
gampang karena dekat
dengan terminal.” (Djakino. 45 tahun. Warga asli)
3.
Referensi
Lingkungan
Tempat Tinggal
Wawancara sumber:
-
Bayu. 25 tahun. Warga pendatang
-
Djakino. 45 tahun. Warga asli
(tetap)