Electricity Lightning April 05, 2016

Senin, 07 Maret 2016

Faktor Perubahan Penduduk ( ANDRE PRIMA, 1ID10, 30415717 )



ANDRE  PRIMA
1ID10
30415717

Faktor  Perubahan  Penduduk

1.      Pendahuluan
Latar  Belakang

            Dinamika  penduduk  adalah  perubahan  keadaan  penduduk.  Dalam  setiap  wilayah  yang  didiami  oleh  penduduk,  pasti  mengalami  suatu  perubahan  dikarenakan  3  faktor  yaitu  faktor  kelahiran,  kematian,  dan  migrasi.  Disini  saya  ingin  menuliskan  tentang  dinamika  penduduk  di  daerah  warung  jengkol  (Pulogadung).

2.      Pembahasan
Isi

Warung  jengkol  merupakan  daerah  yang  terletak  di  daerah  Pulogadung,  Jakarta  Timur.  Di  Pulogadung  terdapat  terminal,  sarana  pendidikan  dan  kesehatan,  pusat  perbelanjaan modern maupun  tradisional,  dan  sebuah  kawasan  industri.  Dari  tempat-tempat  diatas  merupakan  salah  satu  alasan  mengapa  Pulogadung  bisa  dikatakan  sebagai  tempat  strategis  untuk  didiami  atau  ditinggali.

Jika  dilihat  dari  faktor  kelahiran,  warung  jengkol  (Pulogadung)  memiliki  tingkat  kelahiran  yang  bisa  dikatakan  normal.  Dikarenakan  masih  terlihat  beberapa  anak-anak  yang  bermain  di  sekitaran  tempat  tinggal.  Dan  beberapa  ibu  rumah  tangga  yang  sedang  mengandung.

Jika  dilihat  dari  faktor  kematian,  bisa  dikatakan  rendah,  dan  biasanya  kematian  ini  disebabkan  oleh  usia  yang  telah  menua.

Jika  dilihat  dari  faktor  migrasi,  warung  jengkol  (Pulogadung)  penduduknya  ialah  sebagian  penduduk  asli  (tetap)  dan  sebagian  lagi  adalah  pendatang  yang  hanya  menetap  sementara.  Pendatang  tersebut  biasanya  mereka  yang  bekerja  di  “KAWASAN INDUSTRI PULOGADUNG” .  Karena  lokasi  tempat  kerja  mereka  dan  warung  jengkol (pulogadung)  itu  tidak  terlalu  jauh.  Sehingga  mereka  memilih  daerah  ini  sebagai  tempat  tinggal  sementara  dengan  cara  mengontrak  rumah.  Dengan  jarak  yang  tidak  terlalu  jauh  itu  akan  memudahkan  dan  mengoptimalkan  waktu  berangkat  atau  pulang  dan  biaya  transportasi  untuk  bekerja.

Ketika  ditanya apa  alasan  dia  pindah  dan  memilih  warung jengkol (Pulogadung)  sebagai  tempat  tinggal.  Dia  menjawab    menurut  saya  daerah  ini  cukup  dekat  dengan  tempat  kerja  saya, sehingga  dapat  meminimalisir  keterlambatan  waktu  bekerja.  Selain  itu  suasana  sekitar  tempat  tinggal  juga  dipertimbangkan,  kan  tidak  mungkin  kita  memilih  tempat  tinggal  yang  berisik  atau  gaduh.  Ketika  pulang  kerja,  ingin  beristirahat  malah  terganggu  suara  gaduh.”  (Bayu. 25 tahun.  Warga pendatang)

Lalu  alasan  warga  asli  (tetap)  tinggal  disini    sudah  dari  kecil  saya  tinggal  disini,  ini  juga  rumah  pemberian  dari  orang  tua  saya.  Tempat  kerja  saya  juga  gak  jauh  dari  sini,  untuk  pergi  jalan-jalan  keluar  dengan  angkutan  umum  juga  gampang  karena  dekat  dengan  terminal.”  (Djakino. 45 tahun. Warga  asli)


3.      Referensi
Lingkungan Tempat Tinggal
Wawancara  sumber:
- Bayu. 25 tahun.  Warga  pendatang
- Djakino. 45 tahun.  Warga  asli  (tetap)