Andre Prima
1ID10
30415717
Siswa SMP
Rampok Pedagang Burung
“
Uang Habis Buat
Jajan dan Main
Game”
Apa yang
ada dibenak kalian
jika mendengar kata
siswa ? . Mungkin jawaban
kalian adalah seorang
anak yang berumur
belasan tahun yang
sedang menuntut ilmu
dibangku sekolah. Seharusnya
siswa memiliki sifat
baik budi pekertinya,
karena di sekolah
ada pelajaran BK
(Bimbingan Konseling) yang
selalu membahas tentang
kejadian kejadian yang
sering terjadi diantara
kita (siswa) dan selalu dibahas
juga cara mencegah
atau menghindari jika
hal itu bersifat
negatif untuk kita
(siswa).
Tapi bagaimana
jika seorang pelajar
melakukan sebuah tindakan
kriminal seperti perampokan.
Hal inilah yang terjadi,
seorang siswa SMP
telah melakukan perampokan
terhadap seorang ibu
pedagang burung di
angkot. “Total uang
yang dirampok adalah
Rp 627.000 ,- . dan uang
tersebut digunakan untuk
membeli bensin angkot,
jajan, makan, beli
rokok, dan bermain
game. Tak hanya
itu ada delapan
ekor pasang burung
beserta sangkarnya juga
diambil dan dititipkan
dirumah temannya yang
kini sudah mati
semua” ujar tersangka SYN.

“
sebenarnya tidak ada
niat mau merampok.
Tapi menurut teman
saya yaitu pengemudi
anngkot, bilang kehabisan
uang bensin jika
tidak diisi nggak
akan bisa pulang
ke rumah” , ungkap
tersangka.
Pada saat
kejadian, tersangka ternyata
dalam keadaan mabuk
minum minuman keras
bersama temannya. “ kami
sempa menenggak minuman
keras hingga mabok
sebelum kerumah teman
di Kukusan karena ada
pesta nikahan. Mobil
angkot yang digunakan
dibawa oleh teman
saya DNA yang
merupakan supir angkot ” , tutupnya.
Sekarang keduanya
sudah ditangkap oleh
petugas polestra Depok
di Kawasan Bekasi.
Saat penangkapan ada
yang sedang di
kediaman rumah dan sekolah
saat sedang bealajar.
Gaya hidup
anak-anak zaman sekarang
berbeda dengan anak-anak
zaman dulu. Anak-anak
jaman sekarang sudah
mengenal yang namanya
rokok, minuman keras
beralkohol dan game
online. Hal ini
tidak lepas dari
pengaruh lingkungan luar
dan kurangnya pengawasan
dari keluarga. Dengan
gaya hidup seperti
itu dan uang
yang mereka punya
tidak mencukupi untuk gaya
hidup mereka, maka
mereka biasanya akan
melakukan hal apapun
untuk memenuhi gaya
hidup mereka.
Sebenarnya hal
ini dapat dihindari
dengan cara pihak
sekolah seharusnya mewajibkan
siswa-siswanya melakukan kegiatan
ekstrakulikuler yang nantinya
dapat membangun karakter
sang siswa selain
itu juga ekstrakulikuler memperkecil
kemungkinan siswa untuk
nongkrong-nongkrong di luar jam
sekolah. Dan keluarga
juga berperan penting
karena keluarga adalah
orang orang yang
paling dekat dengan
kita (siswa) , seperti misalnya
di setiap hari
minggu harus memiliki
waktu keluarga. Seharian
hanya untuk keluarga.
Dan juga orang
tua harus aktif
melihat perubahan terhadap
anak-anaknya, jika terlihat
ada perubahan sikap
ajaklah bicara secara
santai karena kadang
mereka punya masalah
tapi malu , gengsi , untuk mengungkapkanya.
Sumber :
POS KOTA
Tahun Terbit : 2016